Penunggak Iuran Naik 10 Persen, 2.000 Peserta JKN Dicoret

0
115


BULELENG – Akibat terdampak Pandemi Covid-19, penunggak iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) naik Rp 10 Miliar atau 22,22 % dibandingkan sebelum pandemi. Sebelum pademi, tunggakan iuran JKN Mandiri di Kabupaten Buleleng senilai Rp. 35 Milliar dan saat terjadi Pademi Covid-19 sejak Bulan Maret 2020 sampai dengan Oktober 2020 jumlah tunggakan menjadi Rp 45 Milliar.

“Ada peningkatan tunggakan sebesar Rp. 10 Miliar dibandingkan sebelum pandemi,”ungkap Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Singaraja, Elly Widiani, Senin (26/10/2020) usai kegiatan Media Gathering di Puri Bagus Lovina.

Selain kondisi perekonomian global, kata Elly, peningkatan tunggakan iuran juga disebabkan oleh banyaknya peserta JKN berstatus karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Sekitar 2.000 peserta JKN Mandiri tidak membayar iuran, baik oleh peserta maupun perusahaan karena PHK. Sehingga, kepesertaannya di coret,” terangnya.

Terhadap kasus seperti ini, disarankan kepada peserta agar melaporkan diri ke kantor desa sehingga bisa kembali menjadi peserta JKN dengan status sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Sehingga iurannya bisa ditanggung oleh pemeritah daerah atau pemerintah pusat,” terangnya.


Elly menambahkan, tidak semua perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan pada saat Pandemi Covid-19 ini, serta merta juga menghentikan pembayaran iuran JKN karyawannya.

“Ada sejumlah perusahaan yang melakukan PHK namun tetap membayar iuran JKN karyawannya. Ini tentu patut diapresiasi karena, jarang terjadi dimana sebuah perusahaan menganggap karyawannya juga sebagai aseet perusaahan,” tandasnya.

Terhadap perusahaan seperti ini, Elly mengaku salut dan segera melakukan penelusuran lebihlanjut untuk diberikan apresiasi sehingga dapat menjadi motivasi bagi persahaan yang lain.

Terkait upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Buleleng pada masa pandemi Covid-19, Elly Widiani menyebutkan sudah menggulirkan program Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa).

“Program layanan ini merupakan bentuk dukungan BPJS Kesehatan kepada pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

“Dengan program ini, intensitas peserta datang ke kantor dapat diminimalisir tanpa mengurangi pelayanan kepada peserta.Selain Pandawa, kami juga mengintensifkan layanan Mobile JKN dan BPJS Kesehatan Care Center via telepon 1500-400 yang dapat dihubungi 24 jam,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here