Pemanah Bali Berpeluang Lolos Seleknas

0
42
PELUANG : Tim panahan Bali berpeluang meloloskan satu pemanahnya dari seleknas

DENPASAR – Salah seorang pemanah Bali asal Badung Komang Krishnanda Putera Kusuma berpeluang lolos seleksi nasional (seleknas) untuk persiapan SEA Games di Vietnam tahun depan, setelah menempati ranking 5 dari 6 besar yang berhak lolos seleknas secara virtual, di SMK TI Mengwitani, Badung yang berakhir Rabu (21/10/2020) lalu.

Krishnanda Putera sendiri menempati ranking 5 di nomor compound dibawah dua pemanah Banten yakni peringkat I Muhammad Subekhan dengan total skor 698 dan peringkat II Danang dengan total skor 695, sedangkan peringkat III Bahaqi Mustafa Srya dari DIYdengan skor 692 dan peringkat IV Deki Adika dari Jawa Barat dengan skor 692.

Menurut bidang perwasitan Pengprov Perpani Bali Edy Pramono, memang Krishnanda memiliki peluang lolos seleknas karena aturan seleknas sendiri yakni atlet yang masuk 6 besar seleknas di compound putra berhak lolos. “Ya memang kalau melihat aturannya Krishnanda memiliki peluang yang cukup besar untuk lolos seleknas. Tapi kami tak mau memastikan dulu sebelum ada surat resmi keputusan atlet lolos seleknas dari PP Perpani,” ungkap Edy Pramono, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, dua pemanah putra dan puri Bali yakni RM. Gusti Fazli Kertinegoto meski tidak lolos seleknas namun skor yang dicetkanya mampu tembus skor nasional yang ditentukan dalam seleknas tersebut. Gusti Fazli yang menempati ranking 15 mampu mengumpulkan total skor 682. Sedangkan untuk skor compound putra skor yang ditetapkan untuk nasional yakni 680.Sedangkan untuk pemanah putri Denpasar lainnya Fathiya Kamila yang turundi nomor compound putri menempati posisi 17 dengan skor 660 yang artinya juga tembus skor nasional.

Ketua Pengkot Perpani Denpasar Nyoman Mardika mengutarakan, kedua pemanah putra dan putrinya tersebut memang masih belia, sehingga masih memiliki waktu panjang untuk terus meningkatkan kualitas teknik dan prestasinya. Apalagi di seleknas tersebut keduanya mampu juga mengalahkan beberapa pemanah dari provinsi lainnya yang berkualitas yang berada di bawah rankingnya. “Masih banyak waktu untuk melakukan yang terbaik untuk pemanah muda dan belia Denpasar itu. Karena itulah ke depannya memang bagi Gusti dan Fathiya untuk terus mengikuti even-even nasional,” pungkas Mardika. (ari)     

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here