Langgar Prokes, Warga Disanksi Push Up

0
61
PUSH UP : Pelanggar prokes dihukum push up

TABANAN – Gencarnya pendisiplinan masyarakat dan penegakan hukum protokol kesehatan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan, berhasil merubah status Tabanan dari zona merah ke zona orange. Hal tersebut, tidak langsung menyurutkan petugas tetap melakukan penertiban menyasar tempat keramaian ataupun masuk sampai ke pelosok desa, Minggu (18/10/2020). Hasilnya, masih ada saja warga yang abai tentang penggunaan masker.

Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba yang juga koordinator bidang penegakan hukum dan pendisiplinan mengatakan, dari hasil giat yang dilakukan Minggu pagi di dua kecamatan yakni Selemadeg dan Penebel, terjaring 18 warga yang dinilai melanggar prokes. “Dari hasil razia yang kami lakukan, memang masih ada yang melanggar tidak memakai masker atau memakai masker tapi tidak benar,” kata Sarba.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 warga diberikan edukasi dan pembinaan lantaran berkaitan dengan penggunaan masker yang belum benar. Dua warga lainnya diberikan sanksi sosial seperti push up, dan seorang warga dikenai denda Rp 100 ribu sesuai Perbup Nomor 44 tahun 2020 karena kedapatan tidak memakai masker. “Ada 18 orang terjaring, sebagian besar hanya diberikan pembinaan dan edukasi khususnya dalam hal memakai masker yang benar, tapi ada juga yang dikenai sanksi karena  tidak pakai masker dan ada yang diberi hukuman ringan,” katanya.

Sarba mengakui, sejak mulai diterapkannya sanksi denda Rp 100 ribu bagi warga yang kedapatan tidak bermasker, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker sudah sangat membaik. Hanya saja, masyarakat banyak yang masih kerap salah dalam penggunaan masker. Misalnya saja menggunakan masker namun tak menutupi hidup dan mulut. “Ada yang pakai masker tapi di dagu, ada juga yang tidak sampai menutup hidung, ini terus kami edukasi,” terangnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here