Bermula Pincang, Kini Tubuh Dewa Sayang Dan Dewa Ayu Wati Tinggal Tulang Dibalut Kulit

0
372
Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta saat menjenguk Dewa Gede Sayang penderita difabel

KLUNGKUNG- Dewa Gede Sayang (43) dan Dewa Ayu Wati (41), dua bersaudara ini menderita cacat fisik (difabel) sejak usia 13 tahun. Selama belasan tahun, keduanya tergolek, tidak bisa menikmati keceriaan seperti layaknya masa anak-anak seusianya.
 
Siang itu, suasana di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan tampak cerah. Suasanya pun bahkan sedikit panas. Dewa Gede Sayang tampak tergolek tidak berdaya di diatas kasur di kamarnya berukuran tidak lebih dari 3 x 3 meter. Tatapan pria ini begitu tampak kosong saat Wakil Bupati (Wabup) Klungkung I Made Kasta bersama rombongan PMI bertandang ke rumahnya di Banjar Kaleran, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (15/10/2020).

Sedangkan Dewa Ayu Wati, duduk lemah diatas kursi roda, diteras rumahnya. Dewa Gede Sayang tidak bisa diajak komunikasi. Wabup Kasta hanya menepuk lengan Dewa Gede Sayang seakan memberi isyarat, Dewa Sayang agar tetap semangat dalam kondisinya saat ini. Wabup Made Kasta kemudian, beranjak mendekati Dewa Ayu Wati yang duduk diatas kursi roda, ditemani sang ibu, Desak Putu Raka (60). Karena saat itu, Dewa Ayu Wati tidak meggunakan masker, Wabup Kastapun langsung memakaikan masker berwarna merah putih.

Wabup Made Kasta memasangkan masker pada wajah Dewa Ayu Wati

“Awalnya waktu SD menderita panas (demam tinggi), karena dulu belum ada puskemas, saya hanya pakai bawang untuk obat. Dalam perjalannanya mulai pincang jalannya,” cerita ayah kedua penderita difabel, Dewa Putu Samba.

Setelah berumur sekitar 13 tahun, Dewa Gede Sayang mulai tidak bisa berjalan dan akhinya mengalami lumpuh hingga saat ini. Demikian juga adiknya Dewa Ayu Wati, diwaktu hampir bersamaan mengalami lumpuh yang diawali dengan sakit panas.

Dewa Samna mengaku selama ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah yakni berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Hal ini juga dibenarkan Kepala Dusun Kaleran, I Nyoman Pasek.

Wabup menyampaikan, apa yang dilakukan bersama PMI sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan atas apa yang dialami Dewa Gede Sayang dan Dewa Ayu Wati.

“Ini adalah rasa kemanusiaan. Saya bersama rombongan PMI melihat sisi kemanusiaan. Begitu mendapat informasi saya cek langsung ke lapangan, ternyata memang kondisi keduanya memprihatinkan. Syukurnya keluarga ini sudah mendapat perhatian dari Pemerintah,” demikian Wabup Made Kasta. (yan)  
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here