Sampah Kiriman Banjiri Pantai

0
40

Beberapa pantai di Badung penuh sampah kayu kiriman

MANGUPURA – Usai banjir akibat hujan lebat yang menguyur wilayah Badung beberapa hari lalu, pesisir pantai dipenuhi sampah kiriman. Sampah berupa batangan kayu, ranting dan bambu yang terbawa ke muara sungai, mengotori pesisir pantai seperti di Pantai Berawa, Pantai Petitenget, Pantai Seseh dan sekitarnya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memperkirakan,  untuk di wilayah Badung utara saja ada sebanyak 10 ton lebih sampah pantai yang akan dibersihkan. Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, A.A Gede Agung Dalem saat dikonfirmasi Selasa (13/10/2020) mengatakan, pembersihan sampah kiriman banjir masih terus dilakukan.

Pihaknya mengatakan, semua sampah tersebut bukan sampah kiriman dari arus pantai, melainkan hanyut di sungai saat air besar atau banjir yang terjadu di muara-muara sungai.”Sejatinya sampahnya tidak banyak, tapi tersebar di dari Petitenget sampai ke Pantai Seseh,” katanya. 

Untuk sampah di pantai Petitenget sudah dibersihkan Senin (12/10/2020) menggunakan alat berat. Hanya saja pihaknya mengaku untuk di Pantai Berawa sampai Seseh akan dibersihkan secara manual.

Disinggung mengenai jumlah sampah kiriman tersebut, Agung Dalem memperkirakan sampah sebanyak 10 ton lebih. Sampah itu pun dihitung khusus untuk pantai di wilayah Kuta Utara.  “Jadi untuk sampah 10 ton lebih,  Pantai Batu Bolong dan sekitarnya 2 Ton, dan Pantai Berawa hingga Yeh Poh 8 Ton,” ungkapnya. 

Pihaknya mengaku mengerahkan hingga ratusan tenaga,  untuk melakukan pembersihan dan di beberapa lokasi pembersihan dibantu dengan alat berat. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here