Kontroversi Waktu Mepet PON dan SEA Games

0
21


 DUA EVEN: Pesilat nasional asal Bali Komang Harik harus siap di dua even yakni PON dan SEA Games Vietnam.


DENPASAR – Gelaran PON XX/2021 pada 2-15 Oktober dengan SEA Games 21 November – 2 Desember mendatang, nampaknya memunculkan kontroversial di kalangan beberapa atlet nasional asal Bali. Meski demikian, para atlet nasional di Bali mau tidak mau akan tetap turun di dua even nasional maupun internasional tersebut.


Sebut saja atlet silat juara dunia dan peraih emas Asian Games di Indonesia lalu Komang Harik Adi Putra. Diakui pesilat spesialis laga kelas E putra ini dengan gamblang jika gelaran PON Papua dan SEA Games Vietnam waktu gelarannya sangat mepet sekitar sebulan lebih seminggu.Hal itu diakuinya untuk masa recovery sangat pas-pasan.


“Kalau saya juga masuk lagi di tim nasional pencak silat Indonesia di SEA Games Vietnam ya mau tidak mau harus dijalani dan selalu siap saja. Kalau waktu gelaran kedua eve itu sangat pendek, maka setelah turun di PON maka tidak mau saya langsung latihan lagi untuk menjaga fisik. Kalau teknik kan saya sudah punya tinggal menambah kekurangan yang mungkin masih muncul, saat tampil di PON Papua,” kata Komang Harik saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).


Terpenting pesilat yang kini berprofesi sebagai ASN di Dispora Provinsi Bali tersebut saat ini akan fokus di PON dulu. “Astungkara jika nantinya meraih emas di PON saya akan langsung melakukan persiapan kembali menghadapi SEA Games Vienam jika nantinya ada seleksi nasional (seleknas). Ya mau tidak mau memang sebagai atlet harus selalu siap untuk berlaga,” tambahnya.


Komang Harik juga akan memanfaatkan dengan baik sisa waktu setelah turun di PON Papua dan menatap SEA Games Vietnam. “Meningkatkan kebugaran lagi setelah peak performance di sebuah even memang setidaknya butuh 1 bulan jika memang itu terpaksa harus dilakukan,” tutupnya. (ari)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here