Grab Pakai Teknologi Geofencing untuk Deteksi Kerumunan Driver

0
28

DENPASAR – Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara,  memperkenalkan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area.

Teknologi ini diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah dan juga untuk menjaga kesehatan mereka. Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi. Teknologi ini telah diperkenalkan di Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Manado, Balikpapan, Samarinda, Mataram, Kupang dan juga Bali.

Teknologi geofencing awalnya dimanfaatkan oleh Grab untuk memantau pergerakan mitra pengemudi dan membantu teknis terkait permintaan layanan. Memasuki masa pandemi, Grab mengembangkan teknologi ini untuk memastikan mitra pengemudi tidak berkerumun dan menjaga jarak aman agar kesehatan terjaga dan tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Bali  juga akan terbantu.

 “Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Karenanya, pasti kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi kami tetap bisa produktif. Sejak awal pandemi, tim kami terus mencari cara yang efektif agar kami tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra. Teknologi geofencing yang telah kami manfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai awal pekan ini,” kata Halim Wijaya, Head of East Indonesia, Grab Indonesia.

Sementara, Kadis Perhubungan Provinsi Bali Ir. IGW Samsi Gunarta menyampaikan apresiasi terhadap inovasi Grab di Bali. “Memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali menjadi tugas kita bersama agar sektor pariwisata dan perekonomian di Bali bisa segera pulih. Karenanya, saya memberikan apresiasi bagi Grab yang telah memelopori pemanfaatan teknologi geofencing untuk memonitor lokasi mitra pengemudi dan memberi peringatan untuk terus menjaga jarak,” ujarnya.

Direktur Lantas Polda Bali Kombes Indra juga mengungkapkan, saat mitra pengemudi bisa menjaga diri, kesehatan dan aktivitas masyarakat Bali juga bisa terus berlangsung. “Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini. Saya juga ingin memberikan apresiasi bagi Grab yang telah memelopori pemanfaatan teknologi geofencing untuk memonitor lokasi mitra pengemudi,” ungkapnya.

Armada Khusus GrabProtect Telah Layani 26 Juta Kilometer Perjalanan Selama Pandemi

Memastikan masyarakat dapat bermobilisasi dengan aman di tengah pandemi, Grab juga memperkenalkan GrabProtect di Bali yang merupakan program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan terbaik di industri ride-hailing melalui serangkaian fitur baru, peningkatan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect dengan sekat pelindung tambahan, serta pembaharuan aturan keamanan. Fitur baru juga mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang dan pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi. GrabProtect telah melayani lebih dari 26 juta kilometer perjalanan sejak diluncurkan di Indonesia pada Mei lalu.

“Grab ingin terus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk bisa menghadapi pandemi ini bersama. Pandemi Covid -19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect dan teknologi geofencing, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan memastikan perjalanan setiap penumpang sentiasa aman bersama Grab,” ujar Halim. (pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here