Tiga Tradisi Khas Buleleng Ditetapkan Jadi WBTB Nasional

0
47
MEGOAK-GOAKAN : Pemuda Satya Warta Desa Panji salah satu tradisi khas Buleleng yang ditetapkan sebagai WTBN

BULELENG – Tiga tradisi khas di Kabupaten Buleleng ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Penetapan tiga tradisi khas Buleleng sebagai WBTB dilakukan Tim Ahli WBTB Kemendikbud Republik Indonesia melalui sidang pleno virtual, Jumat (09/10/2020).

“Tiga tradisi tersebut masing-masing, Keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional Lukisan Kaca Desa Nagasepaha, Tradisi dan Ekspresi Lisan Megoak-goakan Desa Panji dan Adat Istiadat Masyarakat Ngusaba Bukakak Desa Giri Emas,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara usai mengikuti sidang pleno.

Kadisbud Dody Suksma menjelaskan, setelah penetapan,Disbud Buleleng akan menggelar seminar atau webinar untuk mensosialisasikan penetapan WBTB agar masyarakat menjadi tahu dan lebih paham.”Pada tahun 2021, akan ditidaklanjuti dengan proses perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan dari tiga WBTB nasional ini,” tandasnya.

Sebelumnya, ada empat tradisi khas Buleleng yang telah ditetapkan sebagai WBTB nasional. “Jadi ada tujuh WBTB di Kabupaten Buleleng dan kami akan melestarikan WBTB Nasional tersebut melalui berbagai program kegiatan tahun 2021,” tegas Dody sembari menyebutkan sasaran prioritas program pengembangan dan pelestarian WBTB ini adalah kalangan milenial.

Kenapa, kata Dody, agar kaum remaja atau millenial menjadi tahu dan lebih paham terhadap warisan budaya. Disamping juga agar ada regenerasi selanjutnya dari kalangan-kalangan yang bisa melestarikan WBTB. “Kegiatan pelestarian ini tentu harus didukung oleh semua pihak,” tandasnya.

Upaya perbaikan-perbaikan juga akan dilakukan pada usulan yang belum terakomodir dalam penetapan WBTB.”Ada dua produk kebudayaan yang tidak lolos verifikasi nasional yaitu Gambuh Desa Bungkulan dan Megangsing,” ungkapnya.

Dua produk kebudayaan ini akan diusulkan lagi setelah dilakukan perbaikan.”Ada hal-hal yang disampaikan oleh pihak terkait, yang perlu dilengkapi sesuai dengan catatan-catatan yang diberikan,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here