Pengerajin Ata Gigit Jari Kena Dampak Pandemi

0
44
Pengerajin ata di Karangasem gigit jari akibat dampak pandemi Covid

KARANGASEM- I Made Wija,salah seorang oengerajin sekaligus eksportir kerajinan ate
A asal Desa Seraya, Kecamatan Karangasem harus gigit. Sebab usahanya bangkrut akibat dampak pandemi Covid-19.

“Dulu saya mengekspor barang kerajinan ata sampai ke luar negeri, namun sejak 10 bulan semenjak pandemi ini saya bangkrut rugi hampir miliaran rupiah, karena saya bisnis ata ini meminjam modal di bank,” kata Wija, Kamis (8/10/2020).

Sebelum pandemi, kerajinan ata yang ia jual dijual ke banyak hotel yang ada di Bali hingga ke luar negeri, utamanya di Jepang. Namun kini, bisnisnya terpaksa mandeg akibat tidak adanya permintaan ata karena kebanyakan hotel tutup serta tidak bisa mengekspor barang keluar negeri.

Kondisi ini juga berdampak pada tenaga kerja yang dipekerjakan. Pengerajin ata tersebar di sejumlah desa seperti Desa Bungaya, Desa Tenganan, Desa Seraya, Desa Selat hingga Desa Abang. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here