Hotel Karantina Pasien Covid-19 di Desa Mas Diyakini Berhantu, Pemkab Gianyar Datangkan Pemangku

0
59
Pemangku melaksanakan persembahyangan di hotel dijadikan tempat karantina pasien Covid-19 di Desa Mas, Ubud, Gianyar.

GIANYAR – Salah satu hotel yang dijadikan tempat karantina pasien Covid-19 diyakini dihuni makhluk astral. Tempat tersebut berlokasi di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Informasi yang dihimpun, hotel tersebut sudah lama tak beroperasi. Di sekitar hotel dikelilingi pepohonan besar  dan dekat dengan beji.

Dalam beberapa hari terakhir, Pemab Gianyar menjadikan tempat tersebut untuk karantina pasien OTG Covid-19.  Setiap hari, ada 13 petugas dari Satpol PP dan Kepolisian yang berjaga. Mereka dibagi menjadi tiga shift yaitu pagi, sore dan malam.

Salah seorang petugas pernah melihat sosok perempuan etnis Tionghoa masuk bersama anak kecil masuk ke dalam hotel. kemudian di dekat beji, ia juga kerap mendengar keramaian sosok tak kasat mata. “Waktu ini ada petugas yang sedang jaga melihat sosok tinggi besar. Kalau pasien yang menjalani karantina belum pernah diganggu. Kemungkinan hotel ini tidak pernah dinetralisir atau mecaru sebelum dipakai,” ujar sumber.

Sementara itu, seorang Pemangku didatangkan ke hotel tersebut, Selasa (6/10/2020).  Hanya, Sekda Gianyar Made Gde Wisnu Wijaya yang dikonfirmasi mengatakan kedatangan Jro Mangku untuk menetralisir hotel dari aura negatif. “Kita membawa pemangku ke sana untuk minta izin karena menggunakan tempat itu. Bagaimanapun, apalagi berkaitan dengan orang sakit, kita mesti menetralisir kekuatan negatif yang ada di sana supaya yang menempati nantinya nyaman dan cepat sembuh. Jadi, tidak ada mengusir hantu,” tegasnya.

Wisnu mengatakan, saat ini di hotel tersebut dihuni sejumlah OTG . “Jumlah pastinya per hari ini saya belum dapat laporan” ungkapnya. (jay/dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here