Komplotan Kepruk Kaca Mobil Nasabah Bank Ditembak

0
55
Lima pelaku pencurian dengan modus kepruk kaca mobil nasabah bank ditangkap.

JEMBRANA – Tim Opsnal Reskrim Polres Jembrana menggulung komplotan spesialis pencuri uang nasabah bank dengan modus kepruk kaca.  Pelakunya Temi Primadani (31), Edi Yanto (42), Ahmad Husni (29), Musaffa (40) dan Hari Junaedi (34). Polisi masih memburu satu orang yaitu Wewe alias Dul.

Penjahat jalanan itu beraksi, Selasa (25/8/2020) sekitar pukul 11.30 wita. Mereka awalnya membuntuti mobil PNS Dahana (24) yang usai melakukan penarikan uang di sebuah bank. Di pinggir Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara,  Jembrana, persisnya timur tugu jam, korban memarkir kendaraan dan ditinggal. “Para pelaku tak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka memecahkan kaca mobil korban menggunakan keramik busi kemudian membawa kabur uang Rp 70 juta,”ujar Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan, Kamis (24/9/2020).

Korban saat balik kaget melihat kaca kendaraanya pecah dan setelah dicek uangnya ikut raib. Pria asal Klaten beralamat di Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Jembrana itu melapor ke Polres Jembrana. Tak sampai sebulan penyelidikan, Tim Opsnal dipimpin Kasat Reskrim Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengidentifikasi pelaku.

Keberadaan mereka terlacak di Hotel Asri Jalan Letjend Suprapto di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada Selasa (22/9/2020) sekitar pukul 03.30 Wita, polisi menggerebek pelaku yang sedang berada di kamar nomor A4 dan A7. “Kelima pelaku terpaksa diberi tindakan tegas terukur (kedua kaki ditembak) karena berusaha kabur,”tegas Dodi Rahmawan.

Polisi menyita barang bukti Vario nopol L 3536 BZ, Jupiter MX nopol N 3253 AAS dan  Yamaha Xeon nopol W 5431 PL yang dipakai beraksi. Kemudian lima HP, lima kartu ATM serta sisa uang hasil kejahatan Rp  1,4 juta.

Dalam beraksi, Temi Primadani dan Edi Yanto yang sama-sama beralamat di Kabupaten Ogan Hilir, Sumatera Selatan, berperan mencari target nasabah di area  Bank BPD. Ahmad Husni beralamat di Jalan Letnan Sayuti, Palembang, Sumatera Selatan berbocengan dengan buron Wewe alias Dul  sebagai  eksekutor (keprok kaca) dan mengambil uang.  Kemudian Musaffa asal Surabaya bersama Hari Junaedi yang tinggal di Menteng Rawa Jelawe, Jakarat Selatan, memantau situasi sekaligus membuntuti rekannya dalam beraksi.

Dodi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Temy dan Hari Juanedi tercatat sebagai residivis. Keduanya pernah dihukum dalam kasus sama di Pati dan Jepara, Jawa Tengah tahun 2014 dengan vonis lima tahun penjara dan bebas  tahun 2018. Begitu juga dengan Ahmad Husni pernah terlibat kasus pencurian di Palembang dan dihukum selama 2,5 tahun. Sedangkan Edi Yanto pernah dihukum di Banyuwangi dalam kasus curat  tahun 2017 dengan vonis setahun penjara. “Kami masih melakukan pengembangan terhadap komplotan ini,”tandas mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur ini. (bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here