Komisi IX Anggaran Gandeng Kementrian Kesehatan, Salurkan Hibah APD dan Oxigen Concentrate di 8 RS

0
36

DENPASAR- Pertumbuhan ekonomi Bali saat ini terus menurun dan minggu ini penurunannya sampai minus 11 dan diyakini akan terus menurun bilamana penularan Covid-19 di Bali tidak dapat dikendalikan. Angka tersebut melebihi rata-rata nasional. Kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi Bali selalu diatas rata-rayanasional pada angka 6 persen. Dampak Covid-19, pertumbuhan ekonomi terjun bebas, belum lagi sektor pariwisata. Terdampak paling besar dan akan membutuhkan waktu panjang untuk bisa bangkit dan pulih kembali. Olehkarennya diminta kepada pemerintah daerah, dalam penyusunan APBD tahun 2021, alokasi anggaran lebih difokoskan kepada penanganan kesehatan dan jaringan pengaman sosial. Sebab pandemi Covid-19 menjadi ancaman terhadap keselamatan umat manusia dan petugas kesehatan adalah benteng terakhir yang harus diperhatikan dalam memberikan pelayanan kepada semua pasien yang berobat ke rumah sakit.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana seusai menyerahkan bantuan hibah berupa alat pelindung diri (APD) dan Oxigen Concentrate di Loby depan Runah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Kamis (24/9/2020). Bantuan tersebut diberikan kepada delapan rumah sakit di Bali dengan menggandeng Kementrian Kesehatan RI. Setiap rumah sakit mendapatkan bantuan hibah APD sebanyak 1.250 pcs APD. Bantuan tersebut diterima masing-masing perwakilan rumah sakit. Rumah sakit yang mendapatkan bantuan diantaranya RS. Sanglah yang diterima langsung okeh Direkturnya dr. Wayan Sudana. Rumah Sakit Wangaya Denpasar, RS Tabanan, RS Trijata, RSAD, RS Bali Mandara dan RS. Badung.

Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana seusai penyerahan bantuan menjelaskan, pihaknya menggandeng mitra kerja Komisi IX DPR RI yakni Kementrian Kesehatan untuk terus berupaya memberikan bantuan bagi RS. Bantuan yang digelontorkan bukan kali ini saja, beberapa bulan setelah pandemi Covid-19 pihaknya terus bergerak apalagi saat itu sempat terjadi adanya kelangkaan APD dan terbatasnya pemeriksaan SWAB serta PCR, pihaknya sudah bergerak memberikan bantuan. “Kita saat itu sudah bergerak dan secara pribadi menjarit sendiri agar bisa memberikan bantuan APD yang saat itu jumlahnya sangat terbatas, “kenang politisi PDIP asal Busungbiu, Buleleng.

Beberapa bulan terakhir ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Bali lagi-lagi mengalami peningkatan. Tentunya juga berdampak pada ketersedian APD. Dengan perkembangan pandemi Covid-19 saat ini terus meningkat di Bali, muncul banyak kasus yang terpapar. Akibatnya tingkat hunian rumah sakit sempat mendekati 100 persen dan itu sangat melelahkan pada petugas medis. “Berbeda, kalau occuvanci hotel mencapai 100 persen berarti banyak untung. Kalau hunian rumah sakit sampai 100 persen, sudah gawat sekali dengan kesehatan,”ujarnya.

Komisi IX DPR RI mengharapkan kepada masyarakat Bali untuk disiplin dengan protokol kesehatan (prokes) ingat selalu pakai masker, jaga jarak hindari berkerumun dan selalu mencuci tangan. Khusus pada tenaga medis yang berjuang sebagai benteng terakhir pada pelayanan, diharapkan dapat diberikan tambahan insentif. Dalam rapat-rapatnya di pusat, juga sudah disampaikan kepada Mentri Keuangan ada tambahan insentif. Demikian juga RS kabupaten di Bali, tunjangan tambahan penghasilan sudah diberikan melalui APBD Provinsi maupun kabupaten/kota. “Memang kemarin itu Bali ada kendala. APBD Provinsi itu terlambat sedikit, karena mekanisme penganggaran harus persetujuan DPRD. Tapi Pak Gubernur sudah mendapat persetujuan Pimpinan Dewan tanpa harus Paripurna,” jelasnya.

Sementara Direktur RS. Sanglah dr. Wayan Sudana bantuan hibah yang diperjuangkan Wakil Rakyat Bali di Komisi IX DPR RI tentu sangat berguna bagi rumah sakit dalam penanganan Covid-19. Direktur Sudana mengakui dua minggu lalu, tingkat hunian RS Sanglah, rata-rata 90 persen. “Kita terus berupaya dengan komunikasi dan koordinasi ke pusat dan koordinasi komunikasi, dengan gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Ketua Harian Pak Sekda, sejak empat hari lalu sudah mulai stabil,” katanya.

Menurutnya dari angka stabil tersebut dimaksudkan tingkat hunian rumah sakit berada pada angka 64 persen. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran lagi bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan bagi yang terjangkit Covid-19. “Tempat tidur masih cukup, tetapi kita berharap Bali segera bisa bebas, bisa lolos dan segera keluar dari Covid-19,”pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here