Rumah Ibunda Bung Karno Direstorasi

0
47
Bupati Agus Suradnyana melakukan peletakan batu pertama restorasi rumah Rai Serimben ibunda Bung Karno

BULELENG – Kegiatan restorasi rumah Ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben di Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, telah dimulai. Pelaksanaan restorasi yang ditandai peletakan batu pertama tersebut, diharapkan dapat dilakukan secara detail dan menyerupai aslinya, baik dari segi bahan yang digunakan, sturuktur bangunan hingga proses penggerjaan sehingga keaslian dari bangunan awal bisa terlihat dengan jelas.

“Tidak ada target, saya memberikan arahan agar mendekati bentuk bangunan aslinya. Itu aja,” tandas Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana Minggu (20/9/2020) usai peletakan batu pertama Restorasi Pembangunan Rumah Nyoman Rai Srimben di Bale Agung Singaraja.

Bupati Suradnyana menegaskan, kegiatan restorasi ini merupakan awal dari pembangunan. Diskusi lebih lanjut terus dilakukan dengan keluarga besar Bale Agung untuk menggali lebih dalam kondisi dari lingkungan dan bangunan dijaman dahulu.”Utamanya pada areal rumah Nyoman Rai Srimben untuk dibuat semirip mungkin melalui dokumen yang masih tersimpan. Kami coba lihat-lihat lagi foto-foto lama, lingkungannya seperti apa. Kita berupaya lingkungannya dikembalikan,” jelasnya.

Bila ada bangunan yang harus dipindahkan untuk pengembalian lingkungan disekitar rumah Nyoman Rai Srimben, pihaknya akan mendiskusikan dengan Disbud Kabupaten Buleleng.”Jangan setengah-setengah kalau kita mau jadikan ini sebuah cagar budaya,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Giri Prayoga selaku perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Bali. Restorasi rumah Nyoman Rai Srimben akan terus didiskusikan dengan Bupati Buleleng melalui Disbud dan pihak keluarga besar Bale Agung Singaraja agar betul-betul menyerupai bangunan aslinya.“Sesuai keinginan Bapak Bupati beliau ingin benar-benar detail restorasinya,” tandas Prayoga meyakinkan.

Untuk bahan baku, akan tetap mempergunakan bahan baku aslinya.”Hanya saja ada beberapa bahan yang sulit didapat yaitu batu bata. Dimana batu bata pada bangunan tersebut bentuknya sedikit berbeda-beda, dan itu sudah kita persiapkan,” tandas Prayoga seraya menegaskan restorasi ditergetkan tuntas awal bulan Desember 2020. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here