Maknai Galungan, Dewan Ajak Mulatsarira Pandemi Covid-19

0
67
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna

BULELENG – Peningkatan status Bali khususnya Buleleng menjadi Zone Merah Pandemi Covid-19 membuat wakil rakyat di DPRD Kabupaten Buleleng perihatin sekaligus khawartir. Terlebih, adanya peningkatan jumlah kasus konfirmasi dan pasien meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 terjadi menjelang peringatan Hari Suci Galungan.

Selain mendukung Pergub No. 46 tahun 2020 dan Perbup Buleleng No. 41 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, dewan Buleleng juga mengajak masyarakat khususnya Umat Hindu yang akan merayakan Hari Suci Galungan untuk mulatsarira. “Memaknai peringatan Hari Suci Galungan, dengan Mulatasrira Pandemi Covid-19,” tandas Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Minggu (13/9/2020) usai menghadiri sosialisasi Pergub No. 46 dan Perbup No 41 di Kecamatan Tejakula.

Mulatsarira Pandemi Covid-19, kata Surpriatna, sangat penting dilakukan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, untuk menjaga agar tidak terinfeksi dan tidak menularkan virus kepada orang lain.”Galungan yang yang biasanya dirayakan dengan meriah, untuk memperingati kemenangan Dharma melawan Adharma, saat ini cukup dilakukan secara sederhana, dengan penerapan protokol kesehatan. Menggunakan masker, menjaga jarak bila berada pada keramaian dan mencuci tangan pakai sabun sebelum maupun sesudah beraktifitas,” tandasnya.

Dengan melakukan Gerakan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak) sebagai bagian dari Protokol Kesehatan, Hari Suci Galungan memang terasa berbeda dari sebelumnya.”Namun akan sangat bermakna bila dengan mulatsarira kita semua terbebas dari Pendemi Covid-19,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here