Aktivitas Melaut Terganggu, Nelayan Tuban Keluhkan Eceng Gondok dari Alur Tukad Mati

0
212
TERHAMBAT : Seorang nelayan membersihkan eceng gondok yang tersangkut di mesin penggerak perahu.

BADUNG – Nasib Kelompok Nelayan Wanasari Tuban ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Sektor perikanan yang diharapkan menjadi alternatif di tengah lesunya pariwisata tertanggu serbuan eceng gondok.

Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari Tuban Agus Diana mengatakan,  eceng gondok itu dikabarkan datang dari arah utara dan selalu menjadi penghambat. Terlebih, tumbuhan mengapung itu kerap melilit hingga mematikan mesin tempel penggerak perahu. “Ini sudah sangat sering kami keluhkan tapi tetap saja eceng gondok datang dan menjadi penghambat,” ujarnya.

Tak hanya menganggu aktivitas melaut, penanaman bibit mangrove yang selama ini digalakkan juga terancam gagal oleh serangan eceng gondok karena  kerap menutupi serta mematahkan batang bibit mangrove yang telah tertanam. “Ini juga sering menjadi pertanyaan komunitas-komunitas peduli lingkungan. Mereka merasa kecewa karena kondisi itu seolah dibiarkan,” bebernya.

Pihaknya sempat menelusuri sumber eceng gondok  termasuk mengajak komunitas peduli lingkungan dan diketahui berasal dari alur Tukad Mati. “Kami tahu, penataan alur Tukad Mati yang dilakukan oleh pemerintah adalah untuk menyikapi permasalahan banjir. Tapi kan tidak elok juga ketika itu malah memunculkan permasalahan baru di wilayah lain. Harusnya, penataan Tukad Mati itu dibarengi dengan antisipasi karena bukan hanya eceng gondok saja yang terbuang ke wilayah perairan Teluk Benoa di Tuban ini tapi juga sampah lain,” ungkapnya.

Diana berharap pemerintah maupun pihak terkait yang memiliki kewenangan di Tukad Mati menyikapi persoalan yang tengah dihadapi Kelompok Nelayan Wanasari. Ia menyarankan dilakukan pengangkatan eceng gondok dan sampah lainnya dari alur Tukad Mati, bukan malah membersihkan dan membiarkannya terbuang menuju Teluk Benoa. “Harus diangkat saat bersihkan. Jangan dibiarkan begitu saja terbawa air ke Teluk Benoa,” ucapnya.

Diana juga menyampaikan, Kelompok Nelayan Wanasari tidak semuanya menggantungkan hidup dari aktivitas menangkap ikan. Mayoritas dari mereka terjun di sektor pariwisata. Namun, dampak  pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan oleh  kelompok nelayan sehingga memilih melaut. “Menangkap ikan adalah alternatif yang bisa dilakoni. Paling tidak, yakni untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari-hari,” ucapnya didampingi anggota Kelompok Nelayan Wanasari Tuban Ketut Dana dan warga Tuban Wayan Sudi Wardana. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here