Hari Pertama, 23 Orang Tak Pakai Masker Didenda Rp 100 Ribu

0
49
TERJARING : Satpol PP Badung sidak masker di wilayah Kuta Selatan.

BADUNG – 23 orang tidak mengenakan masker terjaring di hari pertama penerapan sanksi Peraturan Bupati (Perbub) Badung No. 52 Tahun 2020  tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, Senin (7/9/2020).

Puluhan orang yang dua diantaranya warga asing itu dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu. Sidak masker dilaksanakan Satpol PP Badung menyasar tiga tempat yakni Pantai Muaya Jimbaran, Pasar Desa Adat Kampial Kelurahan Benoa dan depan pintu masuk Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park.

Saat itu, ada 26 orang yang terjaring tapi tiga orang diberikan sanksi bersih-bersih lantaran mengaku tidak sanggup membayar denda. Selain itu, 39 orang terdiri dari 34 WNI dan 5 WNA juga terjaring dan diberikan pembinaan karena tidak mengenakan masker secara benar.

Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara megatakan, sebelum penindakan, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi di wilayah Kuta Selatan dan Kuta Utara.  “Dalam video conference dengan Pak Gubernur dan Pak Sekda Jumat lalu memerintahkan semua Kasatpol PP mulai Senin (7/9/2020) sudah mengadakan penindakan. Tidak ada yang boleh beralasan tidak sanggup,” tegasnya saat dihubungi sesaat setelah memimpin sidak masker di wilayah Kuta Selatan.

Dalam sebulan ini, pihaknya menjadwalkan melakukan kegiatan 10 kali. “Penerapan saksi denda terhadap pelanggar tidak bisa sembarang dilakukan oleh anggota Satpol PP karena yang berwenang adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),”tandasnya.

Sekadar mengingatkan, Perbup Badung No. 52 Tahun 2020 Pasal 12, sanksi denda diterapkan melalui surat bukti pelanggaran yang dikeluarkan Kasatpol PP. Denda disetor ke kas daerah yang bisa dibayarkan secara tunai ataupun non tunai sesuai mekanisme berlaku. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here