Dikritik, Giri Prasta Sebut Masukan Fraksi Golkar Bagus Sekali

0
368
Bupati Giri Prasta saat menerima pemandangan umum fraksi-fraksi dari Ketua DPRD Badung Putu Parwata.

MANGUPURA – Fraksi Golkar memberikan sejumlah catatan alias kritik atas penyampaian Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, salah satunya mengenai komposisi anggaran pada APBD Perubahan 2020.

Dalam Pemandangan Umum Fraksi Golkar yang dibacakan I Gede Suardika, pada Sidang Paripurna, Selasa (18/8/2020), disebutkan komposisi pendapatan daerah yang dirancang lebih kecil dibandingkan dengan belanja daerah, akan tetap memunculkan selisih negatif/defisit hal ini akan berdampak pada rancangan program-program kegiatan yang kemungkinan akan terrasionalisasi jika pendapatan tidak tercapai dan tidak mampu melampaui belanja daerah.

“Utamanya program program kegiatan yang diprioritaskan untuk program kegiatan strategis serta wajib dan mengikat diantaranya bidang pendidikan dan kesehatan. Sehingga kami Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa rancangan belanja daerah pada APBD Perubahan tahun 2020 minimal sama atau dirancang lebih kecil dari rancangan pendapatan daerah,”tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Bupati Giri Prasta menjelaskan pendapatan daerah adalah asumsi, sedangkan belanja adalah komiten. Dan jangan sampai menurutnya belanja dibawah pendapatan. “Kalau sampai itu (belanja dibawah pendapatan), berarti ketika pendapatan terpenuhi bagaimana kita membelanjakan. Masukan apapun itu bentuknya sebagai sudut pandang DPRD Badung salah satunya dari Fraksi Golkar bagus sekali,”katanya.

Ditambahkan Giri Prasta, rancangan yang disampaikan pemerintah masih ada tahapan pembahasan antara Tim Anggaran DPRD maupun Tim Anggaran Pemerintah. “Inilah yang disebut legislatif dan eksekutif bergerak bersama menjalankan tugas konstitusi. Ketija kita sudah melaksanakan tugas kontitusi artinya harus semua bertujuan untuk kebahagiaan masyarakat Badung,”ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini melanjukan, tujuan eksekutif dan legislatif adalah sama untuk mewujudkan kebahagian masyarakat Badung  yang telah diikat melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Semesta yang artinya menyeluruh, berencana artinya terpola. “OPD, DPRD Badung, PNS dan tokoh-tokoh masyarakat harus menyamakan pola pikir, untuk mewujudkan masyarakat Badung yang bahagia,”pungkasnya. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + 18 =