Sistem E-court Percepat Penanganan Perkara Perdata

0
39
Ilustrasi WARTA BALI

DENPASAR – Pengadilan  Negeri (PN) Denpasar terus berbenah dalam meningkatkan  mutu penanganan perkara  bagi para pecari keadilan yang kredibel.  Penanganan perkara perdata dengan sistem e-court (sistem online) menjadi langkah awal mewujudkan sistem peradilan modern.

Penerapan sistem ecourt, peradilan dilakukan dengan sederhana.  Selain cepat, biayanya juga sangat ringan dan ini bagian dari  tuntutan  perkembangan zaman yang mengharuskan  adanya pelayanan administrasi perkara  dan persidangan  yang lebih efektif dan efisien.

Buktinya, belum dua bulan sistem dijalankan, dari 356 perkara  perdata  yang masuk, hampir 96 persen (352) berhasil ditangani. “Sistem ecourt jauh lebih sederhana, cepat dan efisien waktu.  Saat ini, kita  juga sedang melakukan penataan  di semua lini,  mudah-mudahan  tahun depan PN Denpasar bisa naik kelas dan menjadi peradilan yang lebih modern,” ucap Ketua PN Denpasar Sobandi, Kamis (12/8/2020).

Sepanjang tahun 2019, penanganan perkara di PN Denpasar baru tercapai 82.48 persen. Rinciannya, sisa perkara tahun lalu   996 perkara dan tahun ini 4.198 perkara. Total yang harus ditangani  4.284 perkara.

Sobandi menilai presentase penanganan perkara sebanyak itu masih belum ideal dalam penanganan perkara dalam setahun.  “Seharusnya yang ideal itu harus ditangani mencapai 90 persen. Artinya, semakin sedikit tunggakan  penanganan perkara yang ada akan semakin bagus karena ini menjadi bagian dari penilaian kinerja kita,” jelasnya.

Belum idealnya pencapaian penanganan perkara tersebut, kata Sobandi disebabkan  beberapa kendala, selain karena kekurangan hakim, sistem peradilan yang dimiliki juga masih lemah.  Itu sebabnya untuk menggenjot pencapaian  penanganan yang lebih ideal,  PN Denpasar tahun depan akan berencana  menerapkan sistem e-pidana dengan melibatkan pemangku  hukum lainnya seperti kepolisian, kejaksaan  dan lembaga pemasyarakatan (LP). “Mudah-mudahan tahun depan bisa terlaksana, saat ini kita sedang melakukan pendekatan  dengan pihak terkait  dalam menerapkan sistem ini. Selain sederhana, biaya murah, penanganan perkara juga bisa lebih cepat,” ungkapnya.  (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here