Jelang Munaslub ISSI, ini Keinginan Bali

0
44

NASIONAL : ISSI Bali berharap Ketua Umum baru ISSI Pusat nantinya lebih ke target yang normal untuk para pebalap sepeda nasional

DENPASAR – Menjelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ISSI Pusat dengan agenda pergantian Ketua Umum pada awal Agustus nanti, Pengprov ISSI Bali berharap Ketua Umum terpilih nantinya tak membuat target prestasi tinggi di even-even internasional terutama pada
Olimpiade.


Menurut Wakil Ketua III Pengprov ISSI Bali Nyoman Kertiyasa, Munaslub
itu nantinya memilih Ketua umum baru untuk menggantikan Ketua Umum
lama Raja Sapta Oktohari. “Raja Sapta Oktohari itu kini menjabat Ketua
KOI jadi karena tidak boleh merangkap maka harus dilakukan Munaslub
untuk mengganti posisinya,” ujar Kertiyasa, Kamis (30/7/2020).


Selain itu selama menjabat di ISSI Raja Sapta Oktohari terlalu
memancang target terlalu tinggi yakni prestasi di Olimpiade. Karena
itulah lanjutnya, dalam acara silaturahmi Pengprov ISSI seluruh
Indonesia di Bandung lalu hampir semua pengprov minta target tak
terlalu tinggi dan lebih focus dulu mendongkrak kualitas di nasional
dulu. “Artinya di nasional pebalapnya didongkrak prestasinya lebih tinggi di even sekelas SEA Games maupun Asian Games. Memang medali emas bisa diraih di SEA Games maupun Asian Games namun setidaknya target yang dipancang bisa juara umum dululah. Bukan langsung emas di Olimpiade. Itu sangat berlebihan,” terang Kertiyasa.


Level Olimpiade diakuinya sangat berat untuk pebalap sepeda Indonesia
karena pesaingnya pebalap sepeda dari Eropa dan Amerika. “Bahkan untuk bersaing dengan pebalap sepeda Australia saja Indonesia masih sulit apalagi bersaing dengan pebalap Eropa dan Amerika yang biasa lomba di even internasional dan bergengsi, seperti diantaranya Tour de France atau Tour de Spain,” jelasnya.


Lantas siapa calon Ketua Umum yang muncul sekarang ini ? Diakui
Kertiyasa jika nama mantan Wakasad Tatang Sulaiman. “Kami harap pak
Tatang atau siapapun yang menjadi Ketua Umum nanti bisa realistis saja
soal target. Karena kalau terlalu tinggi maka pebalap sepeda dari
daerah akan terpengaruh mentalnya untuk berlomba,” tutup Kertiyasa. (ari)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here