Wagub Cok Ace Minta Matangkan Program-Program Pariwisata Awali Tatanan Era Baru Tahap Kedua, Empat Menteri akan Beri Pengarahan-

0
30

Wagub Cok Ace

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meminta program-program pariwisata untuk tatanan kehidupan era baru terus dimatangkan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali akibat dampat Covid-19 di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar (29/7/2020).

Menurutnya saat ini Bali sudah memasuki fase ketiga, saat di mana jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada jumlah kasus positif. Hal tersebut terbukti dari catatan kasus beberapa hari terakhir ini, tingkat kesembuhan jauh lebih tinggi dan terus meningkat sebaliknya penambahan kasus positif mengalami penurunan. Melihat penurunan kasus positifdi Bali sejak sepekan ini, Wagub Cok Ace memint program pemulihan ekonomi terus dimatangkan. “Saya minta program pemulihan ekonomi kita matangkan segera,”pintanya dalam rapat yang turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa, serta komponen pariwisata seluruh Bali.

Wagub Cok Ace menyambut baik pergeliatan ekonomi sejak dibukanya pariwisata untuk domestic lokal Bali sejak 9 Juli yang lalu. “Pantai Kuta sudah ada pengunjung, beberapa restoran di Sanur juga sudah diisi pembeli, ini tanda positif untuk ekonomi Bali,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Wagub juga meminta untuk segera dibuatkan pedoman yang baku tentang protokol kesehatan covid-19 di industri pariwisata. “Meskipun sebelumnya kita sudah bergerak duluan. Kita sudah melakukan sertifikasi industri pariwisata, sudah sering melakukan webminar dengan pasar asing juga, tapi saat ini kita perlu intensifkan segera untuk menyambut wisatawan nusantara yang akan dibuka 31 Juli besok,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Cok Ace berharap, Bali bisa mendapatkan prioritas penyelenggaraan event-event yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Mengingat, memang semua daerah di Indonesia mengalami penghambatan laju ekonomi karena pandemi ini, namun Bali bisa dikatakan paling terpukul. “Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kita paling terdampak. Jadi saya harap kita dapat atensi dari pusat,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa melaporkan hingga saat ini memang belum ada perkembangan wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bali meskipun pariwisata untuk wisatawan mancanegara akan dibuka 11 September mendatang. Ia menerangkan mungkin karena memang kebijakan tiap Negara berbeda-beda. Namun dalam kesempatan tersebut mantan Kepala Bappeda Bali ini tetap melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah guna mengundang para wisatawan tersebut. “Kita terus sebarkan berbagai penerapan protokol kesehatan kepada industri pariwisata, sehingga bisa diimplementasikan secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sertifikasi industri pariwisata telah dijalankan. Hal tersebut untuk meyakinkan para wisatawan bahwa Bali benar-benar siap dalam pelayanan di masa pandemi ini. Di samping itu, ia juga ingin mengintensifkan implementasi Pergub Bali no. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali kepada Hotel dan Restoran. “Hal ini bertujuan untuk membantu para UMKM kita yang terdampak juga karena Covid-19,” bebernya.

Sementara dalam mengawali penerapan tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali untuk tahap kedua dipastikan akan dilaksanakan sesuai rencana disertai dengan reaktivasi pariwisata skala domestik dimulai. Bahkan pertanda dimulai akan digelar sebuah seremoni di ITDC, Nusa Dua, sebagai tanda kesiapan penerapan tatanan kehidupan era baru tahap kedua di Bali.

Sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju diperkirakan hadir dalam acara pencanganan tananan kehidupan era baru tahap kedua tersebut. Sekaligus memberikan arahan terkait penerapan tata cara beraktivitas di sektor pariwisata selama masa pandemi Covid-19.

Setidak ada empat menteri yang direncanakan hadir nantinya. Mereka antara lain Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. “Rencananya demikian. Acaranya juga akan diisi dengan arahan dari beberapa menteri. Soal menteri siapa saja yang dipastikan hadir nanti, itu perlu dikonfirmasi lagi,”pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here