Putrayasa Siapkan Event Spektakuler “Sunrise di Kuta”

0
71
Perupa Ketut Putrayasa.

DENPASAR – Sunrise di Kuta ? semua orang mungkin takkan percaya karena di kawasan kampung turis itu terkenal dengan sunsetnya. Akan menjadi paradok serta kontradiksi dikarenakan keterbatasan logika kita dalam berfikir. Sebab, yang selama ini kita anggap kebenaran absolute seringkali membawa sebuah kemunduran dari peradaban itu sendiri dan berasumsi dengan kata tidak akan mungkin.

Namun, itulah yang akan diwujudkan oleh perupa Ketut Putrayasa awal tahun 2021. Sebuah kegiatan seni rupa  dikemas dalam sebuah event pameran visual art dengan  melibatkan ratusan artisan  untuk larut di dalam menjadi karya  interative gigantik . Event tersebut tak hanya merepresentasikan  nilai  estetika formal , tetapi publik diajak menalarkan kembali kesadaran  mengenai makna Kuta diluar dari yg  formal “common  sense”di mana setiap peristiwa , baik itu masa lampau , masa kini maupun masa yang akan datang merupakan sebuah kompleksitas yang tak terpisakan menjadi rangkain  direduksi menjadi ” New Culture ( Kuta yang menjadi ). “Saya bukannya  memoving matahari untuk terbit  di Kuta, tetapi hanya meminjam bahasa istilah “sunrise” presentasi dari morning  spirit  untuk bisa hadir  di barat khususnya di Kuta menjadi New Spirit dari ambang -ambang batas kenormalan . Ini memiliki keunikan tersendiri serta  tantangan dalam mensublimasi ruang dan waktu menjadi sebuah  metafor  Karya visual art  dalam format kekinian,” kata Putrayasa, Selasa (28/7/2020).

Putrayasa mengatakan, dalam  melihat Kuta dari  persfektif   seni merupakan  daerah yang memiliki keunikanya bukan saja di Bali tetapi di dunia , di luar Kuta masyarakatnya diterjemahkan   oleh ruangnya,  namun Kuta menjadi sebaliknya , ruang sebagai  presentasi masyarakatnya jika diibaratkan birunya air laut di Kuta  sebagai instrument  dalam menulis perkembangan  sejarahnya tintanya tidak akan pernah habis untuk ditulis dalam sebuah peradaban umat manusia.

Hal tersebut menjadi pemantik dalam proses creative. Kuta selalu memberikan kanvas kosong untuk dilukis   setiap saat. Momen akan  kehadiran  event ini pasca Covid – 19 mencoba melukiskan kembali   kemungkinan – kemungkinan yang ditimbulkan oleh  konversi istilah ” New Normal”. “Event ini akan dipastikan spektakuler dengan melibatkan ratusan artisan dengan background yang berbeda. Disamping itu juga belum  pernah mengenal dunia seni sama sekali dan diharuskan untuk beradaptasi dengan seni , nantinya akan menjadi cita rasa baru dalam khasanah seni rupa , sebuah kolaborasi yang cukup gila,” tandasnya.

Presentasi dari karya, audian akan menjadi bagian dari karya   dan terlibat langsung serta hadir di dalam karya tanpa mereka sadari dengan sensasi 2 multi tafsir .(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here