Sambut New Normal, Tirta Empul dan Monkey Forest Jadi Pilot Project

0
394
SAMBUT NEW NORMAL: Komisi II DPRD Gianyar rapat bersama Dinas Pariwisata.

GIANYAR –  Menyambut era new normal pandemi Covid-19, DPRD Gianyar meminta Dinas Pariwisata membuka secara perlahan objek wisata. Tirta Empul dan Monkey Forest akan dijadikan pilot project.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi II DPRD Gianyar, Senin (15/6/2020).  “Coba dua objek wisata dibuka seperti Monkey Forest dan Tirta Empul yang memiliki daya tarik sangat tinggi dan income kuat. Tentunya, semuanya harus dipersiapkan termasuk penerapan protokol kesehatan,”kata Wakil Komisi II DPRD Gianyar Ketut Sudarsana.

Kedua objek wisata tersebut dijadikan pilot project di era new  normal. “Wisatawan pelan-pelan akan masuk ke Bali.  Dengan kesiapan yang matang sebelum dibuka, pemerintah pusat pun akan menanyakan kesiapan kita menghadapi new normal. Jika sudah siap pasti didukung,”ungkapnya.

Sementara, anggota DPRD Ir. Made Budiasa menimpali, pasar oleh-oleh dan pasar seni juga harus dibuka perlahan karena banyak hasil perajin yang bisa ditampung. “Kita hidupkan sehinga art shop kecil-kecil akan mengikuti dengan protokol kesehatan yang dibantu oleb Pemkab,”jelas politisi asal Ubud, Gianyar ini.

Hal senada juga diungkapkan I Ketut Karda. Anggota DPRD Fraksi Demokrat ini mendukung dibukanya objek wisata secara perlahan. Ia melihat di berbagai pemberitaan luar negeri negara lain ragu terhadap penanganan Covid-19. Padahal, sejumlah hotel  menurunkan harga hingga 50% hingga satu tahun tapi tak satu pun laku. “Inilah kita harus lihat dalam persiapan diri untuk menyambut wisatawan agar mereka tidak ragu,”tegasnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar Anak Agung  Gede Putrawan menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan  panduan untuk managemen, petugas dan wisatawan yang berkecimpung dalam dunia pariwisata tapi belum final. “Apakah setiap pengunjung masuk perlu tes PCR ?. Ini yang belum final,”jelasnya.

Dispar juga telah bekerja sama dengan litbang membuat video terkait apa yang dilakulan di hotel, restoran serta di objek oleh wisatawan. “Untuk kesiapan, bila mengikuti protokol kesehatan memerlukan sarana prasarana yang dibutuhkan. Ini masih menungu persetujuan Sekda”bebernya.

Ia menambahkan, pihak swasta yang mengelola objek wisata juga ingin segera dibuka karena selama empat bulan terakhir operasional cukup tinggi seperti Bali Safari, Bali Zoo yang memerlukan makan untuk para binatang. “Itu yang kami tangkap dari stake holder di lapangan,”ungkapnya.

Anak Agung  Gede Putrawan juga menyingugung terkait peningkatan PAD dari restribusi  dengan segera membuka Tirta Menggening di Kecamatan Tampaksiring dan Gua Garaba di Blahbatuh. Ia meminta perda restribusi disiapkan sehingga ada payung hukum untuk memungut tiket masuk. “Salah satu kendala dalam peningatan restribusi karena perbedaan pengelola objek antara swasta dengan pemkab. Jika pendanaan swasta kuat, sementara pemerintah belum bisa mengejar hal tersebut. Objek wisata dikelola Pemkab Gianyar lebih condong ke cagar budaya, model daya tarik berbasis budaya dan pelestarian semenatara hal itu susah dikelola oleh swasta,”tandasnya.  (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here