BulelengHeadlineTerkini

Lolos Pos Gilimanuk, Sopir Jawa Bali Positif Covid-19 di RSUD Buleleng

BULELENG – Kondisi dan imun tubuh sangat menentukan bebas tidaknya seseorang dari Pandemi Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari perjalanan seorang sopir truck Jawa-Bali (Jabal) yang kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Terkonfirmasi positif dengan kode PDP-80.

“Sopir Jawa-Bali yang rapid test non reaktif saat masuk Pos Gilimanuk, setelah menjalani rapid test dan swab di RSUD Singaraja, karena keluhan sakit justru hasilnya reaktif sehingga dinyatakan PDP Terkonfirmasi  positif terjangkit Covid-19,” ungkap Sekretaris GTP2 Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (2/6/2020) saat menggeber perkembangan penanganan terkini Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Terhadap kasus PDP-80 Terkonfirmasi ini, kata Suyasa yang juga Sekda Kabupaten Buleleng, selain mengisolasi yang bersangkutan, Tim Medis GTP2 Covid-19 Kabupaten Buleleng juga sudah melakukan tracing terhadap orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan PDP-80. “Tracking sedang dilakukan oleh tim surveilens terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kaitan erat dengan PDP-80,” jelasnya.

BACA JUGA:   Operasi Antik 2024, Polres Buleleng Amankan 15 Pelaku, Sita 345 Gram Sabu dan 204 Ekstasi

Selain PDP-80 yang sudah dinyatakan terkonfirmasi, ada penambahan tiga PDP dengan kode PDP-81, PDP-82 dan PDP-83 yang sedang mendapatkan perawatan dan menunggu hasil test swab. “PDP-82 merupakan hasil tracing PDP-76 asal Desa Bondalem, dirawat karena hasil rapid testnya, sementara PDP-83 pasien RSUD, pensiunan ASN rapid test reaktif,” terangnya.

Dengan adanya penambahan PDP tersebut, data terkini penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng sampai dengan Selasa (2/6/2020), secara akumulatif jumlah PDP adalah 83 orang. Dengan rincian 10 orang dinyatakan negatif dan 71 orang PDP Terkonfirmasi atau positif. “Dari 71 PDP terkonfirmasi, 56 orang dinyatakan sembuh, 12 orang masih dirawat RSP Giri Emas dan 3 orang dirujuk ke RSUP Sanglah. Selain itu ada 8 PDP Terkonfirmasi positif yang masih dirawat diluar Kabupaten Buleleng,” urainya.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara akumulatif sebanyak 1.228 orang, dengan rincian 1.072 sudah selesai masa pantau, 151 karantina mandiri, 4 karantina di RSP Giri Emas dan 1 karantina di RSUD Buleleng. “Pantauan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit atau wilayah transmisi lokal (tanpa gejala) secara kumulatif 3.429 orang, 3.288 sudah berakhir masa pantau dan 141 masih dalam pemantauan,” pungkasnya. (kar)

Back to top button