Pandemi Covid-19, Pemakaian Air Meningkat

0
151
Humas PDAM Tabanan jelaskan kenaikan pemaikan air sejak pandemi Covid-19.

TABANAN – Akibat wabah Covid-19, siswa harus belajar dari rumah,. Begitupun dengan pegawai banyak yang dirumahkan dan bahkan ada yang sudah di PHK.  Hal ini ternyata berimbas pada  kenaikan penggunaan air bersih di Tabanan. Dari data disampaikan Humas PDAM Tabanan Budi Gunawan menyebutkan, ada kenaikan rata-rata 1 meter kubik untuk golongan SR 1.

Budi Gunawan menjelaskan, kenaiakan penggunaan ini wajar karena sekarang semuanya lebih banyak di rumah. Seperti siswa belajar di rumah. Banyak juga karyawan yang dirumahkan dan ada yang di PHK. Otomatis mereka kini lebih banyak menggunakan air bersih dari PDAM di rumah. Kenaikan ini berdasarkan perbandingan pemakaian rata-rata bulan Maret dan April.  Rata- rata pemakaian bulan maret sebanyak 19, 34 meter kubik untuk sambungan rumah jenis 1 atau SR 1. Sementara di bulan April pemakaian rata-rata naik menjadi 20,4 meter kubik. “Ada kenaikan penggunan air rata-rata sebanyak satu meter kubik,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Jumat (22/5/2020).

Beberapa hal yang juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan  kepada konsumen  seperti upaya agar air tetap mengalir. Pihaknya telah menerjukan tim untuk melakukan penelusuran kemungkinan ada kebocoran. Begitu ditemukan ada kebocoran langsung dilakukan perbaikan. “Kami juga meminta agar masyarakat melaporkan ketika menemukan ada kebocoran agar  segera dapat kami perbaiki,” tandasnya.

Selain itu , kini pihaknya juga menerapkan system zonasi untuk  aliran air sehingga  kini keluhan air mati terutama di wilayah kota kini sudah jarang terjadi. Zone  mata air sangsang dialirkan untuk konsumen mulai dari Buahan  keselatan sampai rumah sakit Tabanan. Zone dari mata air Yeh gembrong mengaliri dari Desa sesandan, sampai kota termasuk   dauh pala sampai ke bongan pala. Sementara zone tiga air bersumber dari Riang mengaliri wilayah barat. “Dengan system zonasi ini, keluhan air mati  relative tidak ada terutama di wilayah kota,” pungkasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here