Pasien Covid Nihil, Dua Bulan Insentif Belum Cair

0
670

KLUNGKUNG-Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Klungkung tergolong sukses. Semua pasien positif dinyatakan sembuh pun pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Sudah empat hari sejak Kamis (14/5/2020) hingga Minggu (17/5/2020) RSU Klungkung nihil merawat pasien Covid-19. Namun jerih payah petugas medis seperti dokter spesialis, dokter umum, termasuk petugas paramedis, perawat, petugas lab belum terbayarkan. Demikian pula petugas operasional seperti sopir ambulance, cleaning service ruang isolasi, petugas laundry, petugas steril alat, petugas desinfektan ruang isolasi, insentif mereka selama dua bulan terhitung Maret dan April belum terbayarkan.

Padahal sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang pemberian insentif dan santunan kematian, Mei ini terakhir insentif itu harus dibayarkan.

Dirut RSU Klungkung I Nyoman Kesuma mengaku sudah mengusulkan insentif petugas medis dan paramedis melalui Dinas Kesehatan Klungkung, diteruskan ke Dinas Kesehatan Bali dan selanjutnya diteruskan ke Pemerintah Pusat. “Sekitar seminggu lalu saya usulkan melalui dinas (Dinas Kesehatan), tapi sejauh ini belum ada info dari Dinas Kesehatan Bali,” tandas Kesuma, Minggu (17/5/2020). 
 
Ada sekitar 30 orang petugas kesehatan seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat, analis gisi, petugas laboratorium diusulkan mendapatkan insentif dari Pemerintah Pusat. Sementara tenaga operasional seperti sopir ambulance, cleaning service ruang isolasi, petugas laundry, petugas steril alat, petugas desinfektan ruang isolasi diusulan dapat insentif dari Pemprov Bali.

“Untuk insentif dari Pemprov Bali masih menunggu keputusan gubernur menyangkut besaran dan apakah insentif itu didanai dari APBD propinsi atau dibebankan ke masing-masing kebupaten, ini yang masih kami tunggu,” kata Kesuma. Intinya tegas Kesuma, insentif itu tidak boleh diterima dobel dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali.
 
Besaran insentif sesuai dengan Keputusan Kemenkes, insentif untuk dokter spesialis maksimal Rp 15 juta per bulan, dokter umum Rp 10 juta, perawat Rp 7,5 juta, dan petugas lainnya Rp 5 juta. “Pemberian insentif nanti tergantung jumlah hari jaga petugas itu. Kalau full 1 bulan jaga karena  pasien juga full ada selama 1 bulan, maka kita usulkan untuk menerima insentif maksimal sesuai SK Menteri Kesehatan,” imbuh Kesuma seraya mengatakan dirinya berharap insentif kepada petugas medis dan paramedis bisa segera direalisasikan. “Harapan saya penghargaan itu agar tepat waktu juga,” demikian Kesuma.
 
Pihak RSU Klungkung termasuk sukses dalam menangani pasien Covid-19. Sejak awal pandemi Covid-19 mencuat, RSUD Klungkung berhasil menyembuhkan 7 pasien positif Covid-19 dan 72 pasien dalam pengawasan (PDP). (yan)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here